Home | Looking for something? Sign In | New here? Sign Up | Log out
Lilypie First Birthday tickers
Related Posts with Thumbnails

Friday, June 18, 2010

Open Your Eyes: Maher Zain

Friday, June 18, 2010
0 comments
Look around yourselves

Can't you see this wonder

Spreaded in front of you

The clouds floating by

The skies are clear and blue

Planets in the orbits

The moon and the sun
Such perfect harmony
Lets start question in ourselves
Isn't this proof enough for us
Or are we so blind
The push it all aside..
NO......

"*"
We just have to
Open our eyes, our hearts, and minds
If we just look bright to see the signs
We can't keep hiding from the truth
Let it take us by surprise

Take us in the best way
(Allah)

Guide us every single day...
(Allah)

Keep us close to you
Until the end of time...

Look inside yourselves
Such a perfect order
Hiding in yourselves
Running in your veins
What about anger love and pain
And all the things you're feeling
Can you touch them with your hand?
So are they really there?
Lets start question in ourselves
Isn't this proof enough for us
Or are we so blind
The push it all aside
NO..........

Repeat "*"

When a baby's born
So helpless and weak
And you're watching him growing..
So why deny
Whats in front of your eyes
The biggest miracle of life..

Repeat "*"

Allah...

You created everything
We belong to yo0u
YA RAB we raise our hands
Forever we thank you

.....Alhamdulillah......

read more

Thursday, June 3, 2010

Invitation letter lesson ^_^

Thursday, June 3, 2010
0 comments

The job-scope of a publicity member is not easy, but not a dull thing to do. It just an exciting to me. Experiencing something different. Something that really frustrating! Something so uneasy for me dealing with matter of fact; One person, doing a two persons job. Naaa~ It just the matter a small matter actually, but, I've being interrupted with another thing, "the thesis writing"..


hahaha.... so much fun.. So much pain! so much patient and so much ignorant (these are the 'must') that I need to face,. to be a strong and  cheer girl! ^_^


You are what you are and what you need to be in the future.

Today experience and knowledge, for tomorrow-me~
Okey, this is my link, a very nice one. Sayang nak tinggalkan in the history ja...~=p 

Source


How to write an invitation letter:

  1. The tone of an invitation should be always positive, in anticipation of a pleasurable occasion. Picture your guests smiling when they read your letter of invitation. Clever phrasing, poetry or a themed approach may be appropriate for an informal occasion, but you should express the details clearly.
  2. Extend the invitation, naming the event and including the date, time, and place. If the event has a special purpose, such as honoring someone or celebrating an anniversary, state this.
  3. Indicate if a gift is not expected if the event is a retirement, an anniversary, or a reception. If a gift is welcome, it is usually best to say nothing, except in the case of bridal or baby showers.
  4. Indicate the appropriate dress, if there is any reason for question.
  5. Express anticipation.
  6. Ask for a response by a specific date.
  7. Try to send your invitation letter two weeks or more in advance.

Be sure your invitation letter includes:

  • The name of the person sponsoring the event (who is the host/hostess?)
  • Exactly who is invited (can someone bring a guest, spouse, child?)
  • What type of social event is being held
  • The date, address, and time of the event
  • Directions or a simple map if the location may be difficult to find
  • What type of dress is appropriate or preferred
  • The phone number and deadline to reply; precede these facts with “RSVP” (French abbreviation for “please reply”).

If you must decline to accept an offer, invitation, or gift, you should:

  • Be gracious, whatever the reason is that you must decline.
  • Thank the person for the invitation, offer, gift, suggestion, etc.
  • State clearly that you are unable to accept.
  • Briefly state the reason that you are unable to accept, if desired.
  • In closing, restate your appreciation for the person’s consideration.

read more

Nuffnang invitation to me (should I attend, or not?)

0 comments


Dear Nuffnanger,

You're cordially invited to the screening of Karate Kid happening on;

Date : 9 June 2010 (Wednesday)
Time : 9.00pm
Venue : GSC One Utama

TWO (2) invites have been reserved under your name and email address. Kindly confirm your attendance to the screening by sending a confirmation email to karatekid@nuffnang.com before 12pm, 7 June 2010
(Wednesday). Please do not reply to this email. Failure to confirm your attendance will result in your invites being revoked and passed to other bloggers.

Once you've confirmed your attendance by sending us an email, there will NOT be any reply from us. If you have not confirmed your attendance in time, you'll be sent a revoke email from us stating your invitations have been revoked. Should you confirm your attendance but not attend the screening without prior notification, you will be blacklisted from all our future events.

A ticket collection counter will be setup by 8.00pm at the lobby of the cinema. Kindly collect the invites by 9.00pm as latecomers will not be entertained.

We look forward to receiving your confirmation email.

Cheers,
Blogger Relations Department
Nuffnang Sdn Bhd

read more

Perjuangan Dan Pengorbanan

0 comments

Oleh :  Us.Hj. Nasrudin Hj. Hassan At Tantawi
1.0 PENDAHULUAN

Perjuangan dan Pengorbanan tidak boleh dipisahkan kerana ia amat berkait rapat dan saling memerlukan diantara satu sama lain. Tiada perjuangan tanpa pengorbanan dan sesuatu pengorbanan adalah mustahil tanpa wujudnya proses perjuangan.

2.0 KONSEP PERJUANGAN ( JIHAD ) DAN PENGORBANAN

2.1 Pengertian Jihad dan Pengorbanan

Menurut Ibn Abbas :
Jihad bermaksud menggunakan kemampuan yang ada pada jalan dakwah /jihad dan tidak takut kepada celaan orang lain pada jalan Allah.

Manakala menurut Dr. Said Ramadhan al-Buti : Jihad ialah berusaha meninggikan kalimah Allah, membentuk sebuah masyarakat Islam, menggunakan usaha melalui peperangan sebahagian daripadanya. Adapun matlamatnya ialah membentuk masyarakat Islam dan mendirikan negara Islam.

Oleh itu, jihad menurut pengertian khas ialah berperang fi sabilillah. Adapun maknanya secara umum ialah ; kehidupan kita umumnya bermula daripada peringkat awal sehinggalah pengakhiran kehidupan seseorang itu adalah jihad.

Pengorbanan menurut Imam Hasan al-Banna ialah menggunakan (mewakafkan) diri , harta, waktu dan kehidupan untuk mencapai matlamat. Tiada jihad tanpa disertai pengorbanan.

2.2 Skop jihad Amat Luas

Konsep jihad dan pengorbanan menjadi lebih jelas lagi apabila baginda Rasulullah saw memberikan skop gambarannya di dalam sebuah hadith bermaksud :

"Ditanya kepada Rasulullah saw tentang seorang lelaki yang berperang kerana mahu dikenali sebagai pahlawan, seorang lagi berperang untuk dikenali sebagai seorang yang berjasa mempertahankan bangsa / kabilahnya dan yang seterusnya untuk menunjukkan kehebatannya (riya`), yang mana satukah dikira sebagai berjuang fisabilillah? Maka Rasul saw menjawab: Barangsiapa yang berperang semata-mata untuk meninggikan kalimah Allah (Islam) maka mereka adalah fi sabilillah”

(Bukhari/Muslim)

2.3 Keistimewaan Jihad dan Pengorbanan

Ia menjadi lebih istimewa lagi apabila Allah swt menjanjikan ganjaran terbesar untuk mereka yang dikategorikan sebagai mujahid yang berkorban di jalan Allah, firmanNya bermaksud :

"Adakah kamu menyangka bahawa kamu akan masuk Syurga padahal belum lagi nyata kepada Allah (wujudnya) orang-orang yang berjihad (yang berjuang dengan bersungguh-sungguh) di antara kamu, dan (belum lagi) nyata (wujudnya) orang-orang yang sabar (tabah dan cekal hati dalam perjuangan)?”

(3: 142)

3.0 JIHAD ADALAH JALAN DAN SYIAR DAKWAH ISLAMIYAH

3.1 Jihad Merupakan medan Dakwah

Rasulullah telah memberikan garis panduan yang amat jelas tentang Jihad dan ia merupakan merangkumi skop yang amat luas iaitu mengeksploitasi apa sahaja yang digunakan bertujuan untuk meninggikan agama ALLAH / ISLAM selagi ia dibenarkan syarak, Rasulullah saw menjelaskan ;

”Kuda yang ditambat untuk berperang fisabilillah (tuannya akan memperolehi) kebaikan sehingga hari kiamat samada ganjaran pahala (syahid) ataupun harta rampasan perang (ghanimah - kemenangan)”

(Bukhari/Muslim)

3.2 Jihad adalah Kewajipan Berterusan Sehingga Hari Kiamat

Imam Hasan al-Banna menyatakan di dalam Risalahnya : Ia adalah kewajipan yang berterusan sehingga hari kiamat seperti maksud hadith Rasulullah saw ”Barangsiapa yang mati sedangkan dia tidak berperang (fisabilillah) atau tiada niat untuk berperang fisabilillah maka matinya adalah (seperti) mati jahiliyah”. Adapun martabat yang paling rendah ialah (jihad melalui) engkar dengan hati , manakala yang paling tinggi ialah berperang fisabilillah.”

”Di antara cara berjihad ialah melalui jihad lisan (nasihat), jihad melalui pena dan tangan (kuasa). Begitu juga dengan berkata benar terhadap pemerintah yang zalim. Sesungguhnya dakwah tidak akan hidup tanpa jihad.”

4.0 JIHAD MEMBAWA KEMULIAAN

4.1 Jihad Menjadi Sebab Musabbab diberikan Hidayah oleh Allah

Hidayah tidak datang bergolek, bahkan ia perlu diusahakan dengan bersungguh-sungguh , Firman Allah swt bermaksud:

” Dan orang-orang yang berusaha dengan bersungguh-sungguh kerana memenuhi kehendak ugama Kami, sesungguhnya Kami akan memimpin mereka ke jalan-jalan Kami (yang menjadikan mereka bergembira serta beroleh keredaan); dan sesungguhnya (pertolongan dan bantuan) Allah adalah berserta orang-orang yang berusaha membaiki amalannya.”

(29:69)

4.2 Mencapai Ketinggian dan Kemuliaan disisi Allah adalah Melalui Jihad

Allah swt telah mebuat satu analogi bahawa mereka yang berusaha / bekerja untuk Allah sentiasa mendapat keuntungan di sisiNya. FirmanNya :

” Tidaklah sama keadaan orang-orang yang duduk (tidak turut berperang) dari kalangan orang-orang yang beriman - selain daripada orang-orang yang ada keuzuran - dengan orang-orang yang berjihad (berjuang) pada jalan Allah (untuk membela Islam) dengan harta dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjuang dengan harta benda dan jiwa mereka atas orang-orang yang tinggal duduk (tidak turut berperang kerana uzur) dengan kelebihan satu darjat. Dan tiap-tiap satu (dari dua golongan itu) Allah menjanjikan dengan balasan yang baik (Syurga), dan Allah melebihkan orang-orang yang berjuang atas orang-orang yang tinggal duduk (tidak turut berperang dan tidak ada sesuatu uzur) dengan pahala yang amat besar;”

(4:95)

Rasulullah saw juga menjanjikan berita gembira untuk mereka yang berjihad yang tidak diberikan selain daripada pejuang-pejuang yang berkorban demi menegakkan syariat Allah ;

”Tidaklah cedera (luka) seseorang itu fisabilillah dan Allah maha mengetahuinya (keikhlasan/ perjuangannya fisabilillah) kecuali datang ia pada hari kiamat dalam keadaan darah yang masih mengalir, warna darah masih berwarna merah tetapi baunya seperti bau kasturi (tidak hanyir”.)

(Bukhari/Muslim)

5.0 METODOLOGI / CARA PEMBINAAN RUH JIHAD SEPANJANG SEJARAH PERJUANGAN ISLAM

5.1 Pembinaan akidah yang mantap seperti diperingkat makkiyah
(13 tahun di Mekah – proses penanaman dan pembinaan akidah)

5.2 Hendaklah Mempunyai Sensitiviti dan Keperihatinan Terhadap Ummah Sabda Rasulullah saw:

”Barangsiapa yang tidak mengambil / mempunyai sensitiviti terhadap saudaranya Muslim yang lain bukanlah dari kalangan mereka (Umatku-Muslim)”

(Bukhari/Muslim)

5.3 J ihad Adalah satu Fardhu/Kewajipan (Fardhu Kifayah dan Fardhu Ain. )

Menurut Imam Hasan al-Banna : ”Alhi-ahli ilmu yang terdiri daripada mujtahidin, muqallidin, salaf dan khalaf telah sepakat (ijma’) mengatakan jihad adalah fardhu Kifayah untuk mengembangkan dakwah dan fardhu Ain untuk menangkis serangan kuffar”.

5.4 Metodologi Rasulullah saw :

Qudwah yang baik daripada Rasulullah saw sendiri dengan mempersiapkan bekalan ruhiyah pejuang yang paling ampuh iaitu solat Tahajud yang hampir tidak pernah ditinggalkannya tanpa sebarang sebab.

Selain daripada itu, baginda saw sendiri turun ke medan jihad dan bersungguh-sungguh di dalam usaha tersebut. Baginda saw telah membuktikan kesunguhannya dengan memegang jawatan / tugas sebagai ;

Khalifah – menteri – tenaga pendidik – tuan guru – mufti – muazzin – Imam - yang Arif / Hakim – Komander perang - Akauntan – Penguatkuasa – Pembuat alatan peperangan – Mata-mata – Penterjemah – Penjaga Perbendaharaan – Peniaga -Mancari Kayu api – Dermawan - Ahli psikologi – Pendakwah – Bomoh - Ketua keluarga dan banyak lagi.

Baginda juga merupakan seorang pemimpin yang mempunyai manhaj dan pendekatan yang bijaksana di dalam membina modal insan / jati diri para sahabat sebagai ”Generasi al-Quran yang Unik” . Di antaranya melalui pendekatan :

Mengislah diri dan jiwa di samping menjernihkan akal dan membina kekuatan fizikal
– menfokuskan kepada kawalan hati sebagai raja bagi kerajaan badan dan agensi-agensi pelaksanaannya . Membina ketahanan jiwa daripada segala pancaroba dan halangan.

Berhijrah ke tempat yang lebih baik yang sesuai untuk penyuburan dan perkembangan Iman dan Islam.

Bertindak tegas terhadap musuh yang berusaha menghancurkan Islam dan memerangi serta menggangu-gugat kedaulatan Islam.

5.5 Hanya Jihad berupaya Membebaskan dan Mempertahankan Islam dan Ummah daripada belenggu musuh.

Beberapa coretan sejarah telah membuktikan bahawa Islam tidak berjaya dimusnahkan bahkan ia tidak berani diusik oleh musuh apabila semangat jihad masih membara di dalam sanubari umat Islam. Diantaranya seperti :

·          Peperangan yang berlaku di zaman Rasulullah dan para Sahabat.
·          Kejatuhan tentera Monggol yang ganas di dalam peperangan ”Ain Jalut”.
·          Kejayaan Salahuddin al-Ayyubi Membebaskan Masjidil Aqsa daripada tangan pihak salib (kristian).
·          Golongan Kolonial gagal menduduki tanah Palestin di akhir zaman pemerintahan Uthmaniyah walaupun kerajaan pada waktu itu amat lemah.
·          Peperangan dengan Mesir - Isreal – berjaya mengambil kembali suez dan sinai daripada Israel.
·          Pencerobohan Afghanistan oleh Soviet Union.
·          Pencabulan kemanusiaan oleh Israel yang lengkap dengan senjata moden tidak berupaya menghapuskan Palestin yang bersenjatakan batu dan Hizbullah di Lubnan yang berbekal ”Katyusha”.
·          Pengakuan king Richard (Raja British) : “Pihak Salib telah melakukan kesilapan besar dengan melancarkan peperangan terhadap orang Islam yang mana keadaan mereka (orang Islam) cintakan mati (syahid) sedangkan kita (tentera salib) berperang dengan mereka dalam keadaan amat takut kepada kematian.”.

5.6 Wajib Mengembalikan Khilafah Islamiyah di bumi ini.

Tugas manusia adalah sebagai khilafah Allah secara umumnya iaitu untuk menguruskan kehidupan mereka di dunia ini menurut syariat yang telah ditetapkan Allah swt iaitu syariat Islam di dalam semua aspek kehidupan sama ada politik, ekonomi mahupun sosial.

Manakala menurut pengertian khalifah yang lebih khusus ialah menjadi khalifah kepada Rasulullah saw. Ia bermaksud menjadi pengganti Rasulullah saw di dalam menguruskan urusan pentadbiran seperti mana yang dilakukan oleh baginda saw dulu sebagai perdana menteri, ketua hakim negara, ketua komander turus angkatan tentera, ketua audit negara, ketua pencegah kemungkaran dan rasuah, pengurus, imam, ketua keluarga dan lain-lain lagi.

Menurut al-Mawardi, khalifah bermaksud ; “memelihara agama dan menguruskan dunia (kehidupan) dengan agama."

Oleh itu menjadi kewajipan, kepada setiap muslim untuk memastikan al-Quran dapat dipraktikkan di dalam semua aspek kehidupan sebagai mana yang telah dipelopori oleh Rasulullah saw di (negara Islam) Madinah 14 kurun yang lepas.

Di samping itu, kaedah fiqh juga menyatakan tentang kewajipan (jihad) menegakkan khilafah islamiyah berterusan sehinggalah terbentuknya kerajaan Islam. Kaedah tersebut berbunyi :

"ãÇ áÇ íÊã ÇáæÇÌÈ ÅáÇ Èå Ýåæ æÇÌÈ"

6.0 TIADA JIHAD TANPA PENGORBANAN

6.1 Janji Allah Adalah Benar :
Jihad adalah perniagaan yang paling menguntungkan apabila bermodalkan (pengorbanan) jiwa dan harta di jalan Allah.

“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang yang beriman akan jiwa mereka dan harta benda mereka dengan (balasan) bahawa mereka akan beroleh Syurga.”

(9: 111)

6.2 Terdapat banyak contoh pengorbanan yang dilakukan oleh para sahabat dan salaf al-soleh serta mereka yang ikhlas dan benar janji mereka di dalam mempertahankan Islam seperti : Abu Bakar , Umar, Uthman dan Ali .

Mereka yang dijamin masuk Syurga seperti ; Talhah bin Ubaidillah, Zubair al-Awwam, Saad bin Abi Waqqas, Said bin Zaid, Abd Rahman bin Auf, Abi Ubaidah al-Jarrah dan lain-lain.

Imam-Imam muktabar seperti Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafei, Imam Ahmad bin Hanbal, Imam Nawawi, Imam Izzudin Abd Salam dan lain-lain.,

Pemimpin dan pejuang-pejuang yang telah membuktikan kebenaran janjinya mempertahankan Islam seperti Salahudin al-Ayyubi, Hasan al-Banna, Sayyid Qutb, Syeikh Ahmad Yasin , Zainab al-Ghazali dan ramai lagi.

6.3 Sentiasa berusaha menggunakan segala kekuatan dan kepakaran yang ada untuk mempertahankan dan menjaga maruah Islam sepanjang masa sama ada membantu dan memberi nilai tambah kepada perjuangan Islam wadah perjuangannya seperti beriltizam dengan jemaah dan bekerja ke arah matlamatnya yang murni itu.

7.0 PENUTUP

Sesungguhnya kejayaan Islam itu bergantung kepada sejauh mana pendokong dan pekerja (amilin) berusaha untuk memartabatkan Islam. Bagi pihak Allah swt, sentiasa bersedia untuk menurunkan kemenangan seperti di dalam peristiwa Badar al-Kubra, Cuma persoalan yang perlu dilontarkan ialah sejauh mana kita telah bekerja ke arahnya atau pun kita masih belum berbuat apa-apa.

Wassalam.



read more

Wednesday, June 2, 2010

Qunut Nazilah

Wednesday, June 2, 2010
0 comments

Ya Allah,
Sesungguhnya kami meletakkan-Mu di batang-batang leher musuh-musuh kami
Dan kami berlindung dengan-Mu daripada kejahatan-kejahatan mereka
Ya Allah,
Leburkanlah kumpulan-kumpulan mereka
Pecah-belahkan dan kacau bilaukan persatuan mereka
Goncangkan pendirian mereka
Dan hantarkanlah anjing-anjing-Mu kepada mereka
Wahai tuhan yang gagah perkasa,

Wahai tuhan yang penuh raksasa,
Wahai tuhan yang bersifat murka
Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah,
Wahai tuhan yang menurunkan kitab,
Wahai tuhan yang menggerakkan awan
Wahai tuhan yang menewaskan bala tentera al-ahzab
Kalahkan mereka, Kalahkan mereka, Kalahkan mereka 

Dan menangkan kami ke atas mereka.

**************************************

Wallahu'alam



Sumber

read more

Tuesday, June 1, 2010

Antara Solat Hajat Dan Doa Qunut Nazilah

Tuesday, June 1, 2010
0 comments


Mengimbas isu-isu semasa yang timbul,

Semenjak akhir-akhir ini, kita seluruh umat Islam telah didatangkan dengan pelbagai ujian dan mungkin juga musibah yang pelbagai sekali. Antara
musibah yang saya maksudkan adalah berkaitan isu Lina Joy yang memohon menukar nama kerana telah murtad, yang mana sekaligus membawa kepada
pihak-pihak tertentu yang lain (yang memusuhi Islam) melakukan tuntutan untuk meminda undang-undang syariah yang berfungsi melindungi Islam di Malaysia. Dan kemudiannya, timbul pula krisis di Palestine yang secara tiba-tiba semakin
memuncak, ditambah pula serangan Hizbullah terhadap Israel daripada Lubnan. Disamping, isu-isu berbangkit yang lain, seperti krisis Iraq, Afghanistan, dan lain-lain.

Maka, kita sebagai insan yang beriman dan bertaqwa (insyaALLAH), dengan berhempas pulas bergantung kepada ruang yang ada, sedaya upaya berusaha untuk
membela Islam dalam isu-isu yang sepertinya ini.
Namun…

Entah  mengapa, secara tiba-tiba budaya solat hajat menjadi begitu berleluasa di seluruh negara. la berpunca daripada sikap kebanyakan orang yang
bertaqlid buta dan beramal tanpa ilmu serta anjuran oleh sesetengah tokoh masyarakat yang mengadakannya kononnya untuk mendidik masyarakat
tentang kewujudan solat al-haajah (solat hajat).

Sepatutnya jika sesorang itu benar-benar mempunyai sesuatu keperluan maka adalah tanggungjawab individu tersebut bangun di penghujung malam lalu berdu'a kepada Allah secara individu. Jika dia inginkan seseorang 'alim atau kawan-kawannya mendo'akannya bolehlah dia menyuruh mereka mendo'akan untuknya. Perbuatan-perbuatan ini adalah berasal dari perbuatan Nabi saw dan para sahabatnya. Dan dari satu sudut yang lain pula, nabi bersama-sama para sahabat melakukan doa melalui Qunut Nazilah di dalam setiap solat fardhunya, apabila datangnya kesusahan.

Berikut, kita rujuk terlebih dahulu dalil-dalil berkaitan solat hajat.

Adapun solat al-haajah, bagi mereka yang menganggapnya sunnah maka biasanya mereka akan berdalilkan hadith-hadith berikut:

a. Dari 'Abdillah ibn Abi Aufa meriwayatkan bahawa Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang mempunyai hajat kepada Allah atau kepada seseorang
makhluqNya, maka hendaklah dia berwudhu' dengan mengelokkan-wudhu'nya dan bersolat dua raka'at, dan kemudiannya memuji Allah dan berselawat ke
atas Rasulullah SAW lalu hendaklah dia membaca do'a ini. La Ilaha IIIAIIah al-Halim al-Karim, SubhanAllah rabb al-'Arsh al-'Adzim (du'a ini tidak disalin semua)" [at-Tirmizhiyy, Kitab as-Solah, Ma jaa'a fi solaah al-haajah] (Dho'if sunan at-tirmizhiyy, no. 73)

Hadith ini dimasukkan oleh Imam Ibn al-Jawzi di dalam kitabnya al-Maudhu'at (iaitu hadith-hadith palsu) akan tetapi ia dihukum oleh Shaykh al-Albani dalam Dha'if Sunan Tirmizi sebagai sangat dha'if. Ini adalah kerana di dalam silsilah perawi hadith ini ada seorang yang bernama Faid bin Abd al-Rahman. Dia sangat dha'if, dikatakan Munkar al-Hadith oleh Imam al-Bukhari, Matruk (Ditinggalkan hadithnya tanpa ber'amal dengannya) oleh Imam Ahmad, Dha'if oleh Yahya ibn Ma'iin,

Hadit Kazhib (Hadithnya Bohong) oleh Abu Hatim al-Razi. Maka hadith ini tidak boleh dijadikan hujjah pensyari'atan solat hajat.

b. Dari 'Abdillah bin Abi Awfa al-Aslamiy bahawa satu hari telah keluar kepada kami Rasulullah SAW maka baginda bersabda,

"Barangsiapa yang mempunyai hajat kepada Allah atau kepada seseorang makhluqNya, maka hendaklah dia berwudhu' dengan mengelokkan wudhu'nya dan bersolat dua raka'at, dan (perhatikan perbezaan matan hadith ini dengan yang sebelumnya, di mana di dalam hadith ini tiada terdapat suruhan agar memuji Allah dan berselawat di atas junjungan Rasulullah SAW) kemudiannya hendaklah dia membaca du'a ini. La Ilaha IIIAIIah al-Halim al- Kariim, SubhanAllah rabb al-'Arsh al-'Aziim (du'a ini tidak disalin semua) kemudian dia meminta dari Allah akan hal-hal dunia dan akhirat, apa sahaja yang ia kehendaki, Sesungguhnya Dialah yang
menentukan (ini juga merupakan penambahan di dalam riwayat yang sebelum ini)" [Ibn Majah, Kitab Iqamah as-Solah wa as-Sunnah fiiha, Ma jaa'a fi solah al-haajah] (Dho'if sunan ibn maajah, 293).

Hadith ini juga terdapat penyakit iaitu Faid bin Abd al-Rahman sebagaimana yang sebelumnya. Maka hadith ini juga tidak sah dijadikan hujjah.

c. Dari Abi Ad-Darda' RA bahawa Rasulullah SAW bersabda, "Sesiapa yang berwudhu' lalu diperelokkan wudhu'nya, kemudian dia menunaikan solat 2 raka'at dengan sempurna, nescaya Allah memberikan apa yang dimintanya, sama ada cepat atau lambat (hadith ini tidak diterjemah sepenuhnya)" [Ahmad, Musnad al- Qoba'il]

Hadith ini pada silsilah periwayatnya ada seorang yang bernama Maimun atau Abu Muhammad al-Mara'ii at-Tamimi, seorang yang majhul yang tidak diketahui siapakah gerangannya oleh 'ulama' hadith. Malah di dalamnya juga ada Yahya ibn Abi Kathir. Beliau adalah thiqah tetapi kekadang dia meriwayatkan hadith secara mudallas dan kekadang dia meriwayatkan hadith dengan terputus sanad (Mursal). Jadi terdapat satu perawi yang majhul dan satu lagi yang ada mempunyai kes-kes yang tidak enak di dalam meriwayatkan hadith. Jadi, ia juga dho'if lalu tidak boleh dijadikan hujjah.

d. Dari 'Uthman bin Hunaif RA, bahawa telah dating kepada Rasulullah SAW seorang yang buta matanya seraya berkata, “Ya Rasulallah! Doakan kepada Allah untuk saya supaya Dia menyembuhkan saya.” Rasulullah SAW bersabda, “jika engkau mahu, (doakan segera) maka akan aku doakan untukmu dan jika kamu mahu kamu boleh bersabar dan ianya (bersabar) lebih baik bagi kamu.” Lelaki itu menjawab, “Doakanlah!” Maka Rasulullah SAW menyuruhnya supaya berwudhu' dengan elok lalu bersolat dua raka'at dan berdoa dengan doa ini, “Allahumma Inni asaluKa wa atawajjahu ilaika binabiyyika Muhammad Nabiy ar-rahmah. Inni tawajjahtu bika ila rabbi fi hajati hazihi lituqdha liyy. Allahumma fashaffi'hu fiya” (Hadith Hassan Sahih Gharib) [al-Tirmizi: Kitab ad-Da'awat 'an rasulillah, fi du'aa' addho'iif, Ibn Majah:
Kitab Iqamah as-Solah wa as-Sunnah fiha]

Hadith inilah merupakan hadith yang paling sohih dalam menjadikan hujjah sebagai pensyari'atan solat hajat. Akan tetapi do'anya tentulah tidak sesuai diamalkan kerana ia bersangkutan dengan tawassul kepada Nabi pada masa hidupnya.

Adapun sekarang, Rasulullah SAW telah pun wafat. Maka tidak boleh lagi bertawassul melalui baginda.

Jika dilihat dari hadith-hadith di atas, baik yang dha'if ataupun yang sahih, ia dilakukan sendiri oleh tuan empunya hajat. Rasulullah SAW, walaupun pada ketika itu masih hidup dan ada bersama lelaki yang buta itu, akan tetapi baginda tetap tidak mendirikan solat itu bersama-sama dengannya malah baginda menyuruh si buta itu sendiri sembahyang untuk memohon hajatnya kepada Allah secara
langsung. Cuma do'anya sahaja bertawassulkan kepada Rasulullah SAW (ketika hidup) sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah SAW sendiri.

Solat ini di dalam mazhab Syafi'ie diletakkan di bawah solat naafil (sunnat) yang didirikan secara individu. Solat nafil yang didirikan secara berjama'ah adalah seperti Solat 'lid al-fitr dan Solat 'Id al-Adha (solat raya), solat Istisqo'
(solat minta hujan) serta solat gerhana. Solat al-haajah ini tidak diletakkan di bawah solat nafil yang dilakukan secara berjama'ah dan seelok-eloknya ia dilakukan secara individu.

Demikianlah yang diketahui dan diajar oleh para 'ulama' zaman-berzaman. Manusia yang paling hebat diuji oleh Allah adalah para Nabi-nabi 'alayhimussolatu wassalam sesuai dengan sabdaan Nabi dalam sebuah hadith yang sohih: "Sesungguhnya di antara sedahsyat-dahsyat manusia yang diberi balaa' (ujian) adalah para anbiyaa', kemudiannya adalah orang yang selepasnya (dari segi keimanan)
dan kemudian adalah yang selepasnya." (Riwayat Ahmad) (Majma' az- Zawwa'id) ( Silsilah al-ahaadith as-sahiihah 145, 3267, 1165) [diriwayatkan hadis ini juga
oleh beberapa perawi lain dengan lafaz yang sedikit berbeza]

Nabi Muhammad saw dan para sahabat sendiri telah melalui pelbagai keadaan di zaman mereka seperti:

a) Peristiwa penyiksaan ke atas Bilal, Khabbab dan para sahabat yang lain.
b) Pemboikotan ekonomi ke atas kaum Muslimin
c) Kejadian ba'iah ridhwan selepas 'Uthmaan tidak pulang ke pangkuan kaum Muslimin.
d) Berpuluh-puluh misi ketenteraan
e) Peristiwa hadith al-ifk yang menimpa 'Aisyah
f) Peristiwa pengepungan ke atas kota Madeenah oleh tentera Ahzaab
g) Peristiwa pembunuhan 'Uthman
h) Peristiwa perang saudara di antara Mu'awiyyah dan 'Ali

Walaupun terdapat begitu banyak dugaan dan cabaran yang menimpa kaum Muslimin di zaman para Nabi dan sahabat namun tidak pernah sekali pun kita
mendengar Nabi saw atau para sahabat-sahabatnya menganjurkan solat haajah sebagaimana yang dibudayakan oleh kebanyakan orang Melayu pada hari
ini. Di sesetengah masjid di Negara kita, hamper tiap-tiap malam diadakan majlis solat haajah ini untuk pelbagai sebab yang mendatang. Ini tidak lain adalah rekaan dalam 'ibadah yang semua kaum Muslimin perlu menghindarinya. Sesungguhnya yang terbaik itu adalah dalam mengikuti Sunnah dan menjauhi bid'ah.

Berikut pula adalah kupasan berkaitan dalil Doa Qunut (Nazilah),

Hadis drp ibnu abbas:

Ertinya: Rasulullah berqunut sebulan terus menerus dlm solat zohor, asar, magrib, isyak dan subuh di akhir tiap-tiap kali solat apabila ia berkata "sami'allahu liman hamidah" dr rakaat akhir. Ia mendoakan kehancuran atas penduduk kabilah bani salim, kabilah ra'lun, zakwan dan 'Ushyayyah dan orang-orang yg dibelakang mengaminkannya. (Riwayat abu daud & Imam ahmad)

Rasulullah berbuat demikian kerana kabilah-kabilah tersebut mengaku memeluk islam dan meminta kpd rasul saw supaya menghantar kpd mereka guru-guru
yg akan mengajar mereka. Rasulullah lalu menghantar 70 orang guru tetapi mereka membunuhnya maka oleh kerana itulah rasulullah saw berqunut nazilah. Abu hurairah meriwayatkan bahawa Rasulullah apabila hendak berdoa utk kehancuran seseorg atau untuk kebaikan seseorg, beliau akan berqunut selepas rukuk.

Daripada hadis di atas juga bacaan doa Qunut sebenarnya tidak dihadkan kepada ketika solat subuh sahaja, sebagaimana hadis yang berikut:

Ertinya: “bahawasanya nabi saw tidak berqunut dlm solat subuh kecuali apabila ia mendoakan kebaikan kpd satu kaum ataupun kehancuran satu kaum. (Riwayat ibnu hibban, dan ibnu khuzaimah) 

Asy-syaukani pula mengatakan supaya jangan dikhususkan qunut itu di dalam satu solat sahaja tanpa solat-solat yg lain.

“adalah rasulullah s.a.w. tidak berqunut kecuali apabila beliau berdoa utk kebaikan seseorg atau mendoakan kehancuran seseorang. (Diriwayatkan oleh Ibnu Hibban daripada Abu Hurairah r.a)

Kesimpulan,

Maka daripada situasi yang kita hadapi sekarang dan berpandukan kepada dalil yang telah kita lihat. Qunut nazilah adalah lebih utama (jelas akan kesahihan dalilnya dan tanpa perselisihan ulama) berbanding melakukan solat hajat. Jadi, adalah lebih utama jika kita semua seluruh masyarakat Islam di mana jua, agar bersama-sama mengamalkan Qunut Nazilah bagi mendoakan kesejahteraan saudara seagama kita dan mendoakan kehancuran musuh-musuh kita.

Wallahua'lam.

Thanks to, im@m Nawawi (dimensi83@hotmail.com)

read more
 

min aina..?